Minggu, 28 Maret 2010

1 hari menjelang kepergiannya...

flashback 1 tahun yang lalu, 28 Maret 2009...

Pagi itu, aq dateng ke RS untuk nemenin Muffa karena keadaannya hari Jumat agak mengkhawatirkan..Saat aq sampai dsana Muffa lagi nunggu antrian dokter. Baru kali itu aq ngeliat mukanya amat sangat pucat, lemas, ngga berdaya, gak seperti muffa yang biasanya.. sehat, ceria n selalu tersenyum. Yah mungkin di saat-saat itu Muffa lagi merasakan sakit yang amat sangat, aq ngga bisa ngerasain apa yg dirasain Muffa tapi aq bisa ngeliat dari wajahnya kalau dia lagi menahan sakitnya.  Disaat menunggu antrian dokter itu, ada seorang nenek yang menanyakan keadaan Muffa, mungkin beliau juga kasihan melihat Muffa yang sangat pucat dan beliau berkata  semoga cepat sembuh ya, kmu masih muda...*aq lupa kata2 persisnya gmn, tp intinya beliau berpesan semoga tidak mengalami hal terburuk karena Muffa masih muda* Selesai pemeriksaan ada beberapa diagnosis dari dokternya tapi aq ditenangkan oleh kata2 tante yang bilang semuanya baik2 aj..Alhamdulillah, tetapi Muffa harus tetap masuk ruang perawatan.

Aq mengantarnya masuk ruang perawatan di lt. 5, kamar kelas 3...ada USG atau rontgen yang harus dilakukan, aq menunggunya  diatas. Tante bilang, kalau penyakit itu bisa dipindahkan biarkan tante yang merasakannya, jangan Muffa...tapi kan qta ngga bisa merubahnya ya. Selesai rontgen Muffa kembali ke kamar dan dipasang infus. Dia benar2 sangat lemas sekali dan Muffa minta dipasangkan oksigen karena Ia merasakan sesak nafas. Ya Allah aq sangat sedih melihatnya terdiam seperti itu...Muffa minta aq mengabari teman2 dekatnya kalau dia masuk RS, minta di doakan semoga cepat sembuh dan kemungkinan menunda jadwal sidang yang akan dilakukan seminggu lagi. Saat temannya menjenguk pun, tak banyak kata yang keluar hanya diam membisu dan tanpa senyuman. Aq menyuapinya makan siang, hanya sedikit yang masuk karena dia mengeluh merasakan sakit di perutnya, Dia seperti bukan Muffa-quw yang banyak makan, selalu tersenyum dan ceria.

Saat Muffa terlelap tidur, aq menangis tanpa dia tahu....kasihan melihat penderitaannya dan sempat terlintas sesaat jika hal terburuk itu terjadi, aq gak mau kehilangan Muffa!!!!!!!!Dia tertidur hanya sebentar karena kemudian bangun lagi dan mengeluh sakit diperutnya. Muffa minta aq membacakan Al-Quran, tapi aq gak bawa jadi hanya membacakan Ayat Kursi saja. Tak banyak kata yang dia ucapkan, dia hanya memandangi aq aj,mungkin seolah ingin berkata pertemuan qta tinggal sebentar lagi. Ya Allah, tidak ada yang tahu rahasia-Mu, aq tidak tahu kalau hari ini adalah hari terakhir kebersamaanku dengannya. Pertemuanku dengannya dari pagi hingga malam adalah pertemuan terakhir tanpa ada ucapan perpisahan. Aq hanya pamit pulang padanya dan mengatakan akan datang lagi besok sore karena siangnya aq ada acara bersama tman2 SD. Ada mama papaku dsana, dirumah sakit itulah dua keluarga bertemu..Mudah2an Muffa senang ya melihatnya tapi seharusnya pertemuan itu tidak terjadi di RS. 

Yah..hari itu, 28 Maret 2009 adalah hari terakhir pertemuanku dengan Muffa, seseorang yang aq sayang dan sudah mengisi hari2 aq selama 2 tahun. Tidak ada firasat atau tanda2 apapun bahwa Muffa akan pergi selama-lamanya, sampai akhirnya Minggu sore aq mendapat kabar kalau Muffa sudah meninggal. Hanya ada satu perkataan Muffa yang amat sangat mengharukan...Dia bilang ke tante kalau Muffa akan merubah sifat dan sikap buruknya dan Muffa bilang sayang banget sama aq..dia bilang itu di depan aq, tante dan om.  It's a wonderful word, dia bilang itu sambil nangis lho, kejadiannya 2 hari sebelum kepergiannya.  

Selamat jalan ya Muffarid Alham, mungkin jasadmu skarang sudah menyatu dengan tanah, rohmu sudah kembali kepada pemilik sejatimu yaitu Allah dan kenangan bersamamu akan selalu tersimpan dihati aq sampai kapanpun. Terima kasih untuk semuannya ya Muffa, semoga kamu sudah mendapatkan ketenangan dan tempat terbaik di sisi Allah, aminn...  

   



1 komentar: